Rabu, 31 Juli 2013

anak tikus

aku mulai berfikir untuk bercerita mulai dari kamar mandi. karna menurutku, kamar mandi adalah tempat yang tepat untuk mengulurkan waktu berpikir. kalau sedang terhimpit masalah, aku akan berteriak sekuat mungkin dengan cara menenggelamkan kepalaku berteriak sepuas hati sehingga suara ku menjadi suara emas. atau menirukan gaya membasuh muka sambil merasakan hawa eksotisnya kamar mandiku yang tercinta.
ide membuat blog ini juga karena kamar mandi. aku berpikir kisah hidup aku sangat menarik, tapi tidak ada yang tahu seberapa menariknya.
ku tidak akan menuliskan mulai dari lahir didunia seperti raditya dika menulis blognya. hanya sepenggal sejak aku zaman unyu-unyu nya, yaitu SD.
aku tidak pernah mengenal diriku dengan sebutan nama rita. yang aku tau nama ku adalah dedek dan tidak ada yang lain sampai suatu ketika guruku yang sudah alm. ini meneriakkan namaku karna aku terlalu asik bermain dengan kotak pensil ketika ia menerangkan pelajaran, nama nya buk husni. sudah alm sekarang.
dengan teriakan "RITA" aku tidak merasa, semua mata tertuju pada ku yang masih saja sibuk dengan kotak pensil. seketika aku mendapat pendaratan sebuah penghapus papan tulis yang membuat aku terkejut. aku hanya bisa melotot kaku. "kamu tidak dengar saya meneriakkan nama kamu?" aku yang linglung hanya bisa menggeleng. guys aku terlalu polos saat kecil. teman ku hanya diam kaku tak berani tertawa, bahkan tersenyum "NAMA KAMU RITA ATAU DEDEK?" menanyakan keras sambil menunkukkan jari nya kearahku. dengan polosnya akupun menjawab "duaduanya buk" (pasang muka takbersalah)
semua mulai berani tertawa, dan saat itu lah aku dikenal dengan sebutan RITA KARDEDEK.
kalau kalian menganggap aku adalah anak baik-baik Berarti kalian salah. 3 kali orang tuaku dipanggil hanya karena masalah PR dan pelajaran kesenian. ganasnya orang tuaku sangat teramat. mereka mendidikku dengan didikan yang keras. ops itu hanya aku saja. mangkanya aku selalu selalu merasa dipilih kasih.
beranjak dewasa kepribadianku berlanjut di masa-masa SMP, semakin kacau dimulai saat aku dimasukkan kesekolah islamic boarding school yang bernama ponpes ternama didaerah bukittinggi. yah, aku sempat merasakan sebagai seorang santri dalam kurung waktu 9 bulan sebelum akhirnya pindah kesekolah swasta yang ternama didaerah ku. sebagai seorang santri yang tergolong masih sangat muda dalam usia 11 tahun itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagiku diwaktu itu. pisah dengan orang tua dan membentuk sikap sosial dalam berkelompok.
kejadian-kejadian aneh sering aku alami saat berada disini.
1. suka dengan kakak kelas
2. hampir dipisahin dengan sahabat terbaik karena dibilang lesbi (aduhh. sensor deh)
3. yang ini agak serem. ketemu ama ketupat berjalan alias pocong!!
itu baru sebagian guys. masih banyak lagi yang aku tidak bisa sebutin dalam pengalaman mini disana. oh iya 1 lagi. itu pertama kalinya aku ngompol sejak bertahun-tahun berhasil mengendalikan kebiasaan ngompol. hihihihi
ada kisah romantis. ini adalah bagian yang aku tunggu-tunggu buat nulisnya.
pada saat ada liburan pondok, aku pulang dengan angkutan umum yang layak pakai atau sebut saja travel. disana aku bertemu cowok kece. hahhahha ternyata oh ternyata, dia adalah kakak kelas 5 tingkat diatas aku. kebayang ngak sih tuanya. ngak tua amat sih, tapi untuk ukuran anak kelas 1 SMP itu udah ngak banget. namanya alfin. kami itu so sweet banget tau ngak sih. awal naik mobil aku cuma diam dan ngak peduli ama yang ada disamping entah itu genderuwo ato kuntilanak. karna bosen mungkin dia lansung mewawancarai aku dengan hal yang biasa saja. sekali menoleh akunya, eh ternyata sang pangeran nyasar naik travel buat pulang kekerajaannya. alias  ganteng banget bray.
kenalan, cerita , dan bercanda gurau kami pun merasa saling akrab. dalam waktu yang singkat kami merasa saling suka. ngak sadar kalo umurku masih seumur jagung. EGP dah, yang penting nyaman. heheh
pada tau ngak sih titik-titik kemesraan itu berlanjut pada saat malam sudah buta dan penumpang lainnya udah pada tidur. aku bersender ada kaca yang membuat sakit kepala. sesekali kejedot. bang alfin cuma ketawa lirih. "sini, nyender disini aja. lebih aman" duhduh pipi aku lansung memerah bak bunga mawar yang baru saja merekah bray. hahhah
cuma bales senyum dan mengindahkan kata-katanya. yang gilaknya dia gmbil tangan aku dan menggenggam erat.beeeee, aku malu dan aku lepas. tapi dia ambil lagi dan menggenggam lagi. duh pasrah deh...
hari udah subuh. pulas banget tidur dibahu sang pangeran sob. dan ketika hampir sampai rumah. bang alfin ngeluarin tissu dan pena buat nulisin nomor hp nya dia. asli kaget banget. "ini nomor hp abang, ntar dimiscall ya" bang alfin ngasih tisu pake lemparan senyum nan mengalahkan sejuknya embun hhahhah(lebay sikit). waktu mengatakan 'waktumu sudah habis' turun mobil dan dada-dada an. diliatin sampe ilang bayangan tuh mobil. tu my first love lo. tapi waktunya ngak lama kami contekan cuma dalam waktu 1 minggu doang. sebelum kakak aku mengambil alih sebagai sang pemilik hp tetap.
sejak balik kepondok untuk mengurus surat pindah dan sampai sekarang aku tidak pernah lagi bertemu dengan bang alfin bahkan sejak saat itu kabarnya hilang seperti ditelan paus (kalo ditelan bumi udah terlalu mendunia).
lupakan masalah cinta karna aku masih anak SMP.
sebuah sekolah dengan gelar sekolah percontohan atau sering disebut dengan sekolah anak para pejabat menjadi pilihan mama ku untuk melanjutkan study (ceilee gayanya study) walaupun aku bukan anak seorang pejabat melainkan anak seorang pedagang.
disinilah aku merasakan pahitnya hidup yang amat luar biasa. jadi anak baru itu susah ya! apalagi yang disekeliling semua pada anak orang kaya. banyak merasakan yang namanya dikucilkan. dibilang pencuri cuma karna aku anak seorang yang pas-pasan. sepatu disembunyikan temen-temen. bayangin aja. SMP aja jahilnya udah kebangetan. apalagi gedenya mereka \. hahaenggaklah. gedenya baik-baik kok.
bahkan aku pernah dilabrak ama kakak kelas waktu dipelajaran renang yang pas dicampur sama anak kelas 8. bayangin gimana ngak syok cobak. dilabrak dipinggir kolam renang dengan kedalaman 3 meter. bayangin gimana dalamnya bagi seorang perenang yang sangat buruk seperti aku!!!
oke kembali kepercakan. ternyata usut punya usut. mereka melabrakku hanya karena mataku yang sangat indah, eh salah. karena tatapanku mempesona. eh bukan karena aku terlalu sinis melihat mereka! ya itu alasannya. mungkin aku belum sempat memberitahu mereka bahwa aku punya kelebihan. yaitu menilai dengan tatapan. mereka merasa resah. entah karna apa mereka tau latar belakangku dan mulai menghina denga berbagai macam aksinya. saat itu aku cuma berkata "jangan biarkan aku dibuli lebih parah lagi tuhaaannn"
kepedihan menjadi murid baru belum berhenti disana. masih ada lagi konflik teman-teman yang mungkin tidak akan bisa untuk aku tuliskan satu persatu. sekarang umurku sudah menginjak 18. umur yang begitu asing bagiku untuk tetap bersikap seolah anak-anak. tapi, kalau masalah tentang cinta itu nomor 13 aliass nomor kramat yang pasti akan membunuhku dibandingkan sadisnya ular kawat melingkar dijari kelingking. mungkin ini adalah sesi curhat. aku memiliki suatu perasaan abstrak. yah, karna menjalin hubungan tanpa suatu ikatan yang jelas yang kalau ketika cemburu. harus memendam itu dalam-dalam sendirian, kalau tidak tahan ya nangis. mau gimana lagi. udah deh kayaknya bakaln bener-bener garing kalau cerita masalah cinta. karna kalian akan menganggap bahwa itu benar-benar biasa saja.
oke, kita mulai bercerita lagi tentang keadaan, kini aku ingin menceritakan tentang pertama kalinya masuk kuliah.
aku bertemu teman yang bener-bener memiliki karakter yang sangat jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya. yang pertama namanya nisa. awalnya nisa yang aku kenal ada seseorang yang kalem, lembut dan tidak banyak tingkah. eh ternyata nauzubillah cerewetnya makjang. kalau tetep menjadi pendengar setia liberti mungkin bisa disulap menjadi asam kandis karna bener-bener panjangnya tu cerita. yang kedua yaitu ayu, ini adalah anak yang tipnya lebih kepada syahrini. mentelnya pun ampun deh booooookkk. tapi mereka adalah sepadan yang cucok. perhatian dan saling baik